Senin, 22 November 2010

Jalan & Jajan Ke Kota Bogor (bagian ke-3)

sambungan dari bagian ke-2

Sori ya pembaca, kalo seri tulisan ini bersambung terus, maklum saya pakai koneksi murah meriah yang ga dapet sinyal 3G-nya di Bogor. Jadi cuma mengandalkan koneksi EDGE saja yang kerasa banget lemotnya kalau posting pakai banyak gambar seperti ini. Terpaksa harus dipotong-potong deh biar ga berat loadnya.Yuk lanjut lagi menyusuri Jalan Pajajarannya.

Kawasan Factory Outlet Bogor

 Walau tidak sebanyak di Bandung, di kota Bogor juga terdapat beberapa sentra Factory Outlet yang berlokasi di Jalan Raya Pajajaran kawasan Pangrango Plaza. Lurus dari Mall Botani Square kira-kira 500 m sudah terlihat yang namanya Pangrango Plaza. Di sebelah kiri Pangrango Plaza sampai kira-kira 1 KM ke depan berjajar banyak Factory Outlet di sini. Bangunan yang pertama adalah Brasco FO dan Fame & Famous FO yang persis bersebelahan dengan Pangrango Plaza. O ya, Pangrango Plaza sekarang sudah tidak beroperasional lagi, padahal dulu tahun ’95-an Mall ini adalah tempat anak muda gaul di Bogor, dulu di sebut Internusa.

Di sebelah kiri Pangrango Plaza ada steik Obonk yang menurut saya karena ngejar harga hemat untuk seporsi steak jadi rasa dan porsinya serba tanggung deh, di sebelah kanan ada Dimpsum Kampoeng, kalo yang ini bukan berarti Dimpsum yang dimodifikasi jadi seperti makanan kampong loh ya, tapi seperti dimpsum standar lainnya ada siomay, hakau, yakau, dll.

Di pinggir jalan utamanya ada Resto Bambu Kuring, Hanamasa, Paparons Pizza, dan Resto Bumbu Desa. Lalu mulai ada lagi FO Bogor Factory Outlet, B’bos, dll. Tinggal jalan kaki saja sebab antara satu FO dan lainnya saling berdekatan.

Tepat di depan Pangrango Plaza ada pintu masuk Kebun Raya Bogor pintu Utara, kalau anda ingin ke taman teratai KRB atau ke Café dedaunan yang ada di KRB masuk dari pintu ini sudah dekat, dibandingkan bila masuk dari pintu lainnya (KRB tuh luas banget).

Di depan Pangrango Plaza juga ada jalan persimpangan, bila lurus tetap di Jalan Pajajaran ke arah Warung Jambu, bila anda ambil kiri itu namanya Jalan Jalak Harupat yang nantinya akan tembus ke Jl. Ir. H. Djuanda yang melewati Istana Bogor dan KRB (akan dibahas di kawasan Jl. Ir. Djuanda nanti).

Lanjut gan, di kawasan sentra FO ini juga anda pasti melihat banyak Hotel terutama Hotel Pangrango (ada 3 Hotel Pangrango ini yaitu, Hotel Pangrango 1, Hotel Pangrango 2, Hotel Pangrango 3), Hotel Mirah, dll. Juga dari kawasan ini merupakan akses ketempat yang namanya Taman Kencana di mana banyak tempat kuliner Bogor disitu.
Saat anda menyusuri kawasan FO ini sampai diujungnya, dekat lampu merah Hotel Pangrango 3, bila anda lihat ke kiri pasti akan melihat plang Makaroni Panggang yang menjadi salah satu kuliner terkenal di Bogor. Anda tinggal masuk ke arah dalam saja untuk menuju tempat tersebut, kira-kira 200 m, bangunannya bergaya retro klasik. Makaroni Schotel/Makaroni Panggang (MP) menurut saya biasa saja cuma penasaran saja kalau belum nyobain, ukurannya ada 3 yaitu S, M, L. Untuk harganya juga lumayan deh, yang kecil saja 14 rb, sedang biasa 40 rb, sedang special 75 rb, dan yang besar 150 rb. Selain itu ada juga steik, pasta, dll yang harganya juga relatif mahal ya. Juga sekarang tempat ini namanya jadi MP dan LG = Makaroni Panggang dan Lasagna Gulung.
Dari tempat MP ini bila anda mau borong oleh-oleh tinggal pilih saja banyak tempat lain seperti Death by Chocolate and Spaghetti (DBC) yang ini tidak ada hubungannya dengan DBC yang di Pondok Indah itu makanya biar beda namanya jadi DBC and Spaghetti, juga ada Apple Pie yang juga terkenal, Cup Cakes sampai resto ala Timur Tengah yang lengkap dengan Sisha dan menu daging ontanya atau resto ala Belanda yang menyajikan menu pizza yang dipanggangnya dengan tungku kayu, dll, banyak banget deh areal Taman Kencana ini memang terkenal sebagai salah satu tempat wisata kuliner di Bogor. Anda tinggal lihat saja plang iklannya lalu ikuti deh petunjuknya sebab seputaran Taman Kencana ini paling hanya 1 KM persegi saja.


O ya untuk anda yang naik angkot, ke kawasan FO dan Taman Kencana ini rutenya sbb: bila dari Terminal Baranangsiang naik angkot Nomer 09 jurusan Sukasari-Ciparigi tapi ini hanya lewat jalan utama (jalan pajajaran) anda tinggal turun kalau sudah kelihatan banyak bangunan FO saja, bila dari Stasiun naik angkot nomer 02 dulu sampai depan KRB, lalu naik angkot bernomer 08A (bukan 08 saja loh ya), nah angkot ini bila anda ingin ke areal FO bisa, dan juga masuk ke dalam areal Taman Kencana.

Sepertinya kalau Jalan Pajajaran yang biasa dikunjungi banyak orang sudah semuanya deh walaupun kalau kita lanjut lurus lagi menyusuri Jalan Raya Pajajaran ini sampai ke Plaza Jambu Dua banyak juga tempat enak untuk makan seperti Gampoeng Aceh yang mungkin satu-satunya tempat di Bogor yang menyajikan masakan khas Aceh (martabaknya yang pakai kuah kare kambing mangtabs coy), ada Ayam Geprek, dll, tapi itu biasanya untuk tujuan orang Bogor saja jarang saya lihat orang Jakarta yang jalan-jalan nyasar sampai ke situ.

Kawasan Ir. H. Djuanda
Jalan ini adalah jalan yang melewati Istana Bogor, 2 pintu masuk Kebun Raya Bogor (KRB), Kantor Walikota Bogor, jalan akses ke Stasiun Kereta, jalan akses ke Jembatan Merah dan jalan akses ke Jalan Suryakencana yang nanti akan di bahas.

Hiburan murah meriah di sekitar KRB adalah mengajak anak melihat dan memberi makan rusa yang ada di depan istana Bogor. Rusa tutul (kalau orang Bogor bilangnya Uncal) sangat banyak jumlahnya dan saat hari Sabtu atau Minggu pagi seperti tau saja banyak rusa-rusa tersebut yang ke pinggir ke dekat pagar istana, mungkin sudah hapal dia saat itu akan ada banyak orang yang akan memberi dia makanan cemilan. Tinggal beli wortel atau kangkung di pasar sekilo anak sudah puas bisa ngasih makan, dan berfoto dengan uncal ini (di dekat situ juga ada penjual wortel/kangkung dengan harga Rp 1000/ikat).

Di depan istana Bogor disebelah kantor walikota ada satu Hotel peninggalan jaman Belanda yang masih eksis sampai sekarang, namanya Hotel Salak The Heritage. Ratingnya ****, banyak tamu negara seperti George Bush, Pangeran Charles dan banyak tamu Negara kalau ke Bogor nginepnya di Hotel ini. Pengen juga sih ngerasain tidur di situ tapi tarifnya lumayan yang standar saja 750 ribuan, jadi masih mimpi deeh.

Bila kita belok ke kanan di lampu merah yang ada di samping kanan kantor walikota Bogor, itu adalah Jalan Kapten Muslihat di mana terdapat Stasiun Kereta dan kawasan Jembatan Merah. Kalau ke daerah ini kerasa deh atmosfir Bogornya. Di jembatan merah ini banyak yang jual makanan khas Bogor yang namanya Doclang (ketupat/lontong dengan tahu dan telor yang di siram dengan bumbu kacang manis). Tinggal pilih saja rata-rata rasanya hampir sama juga harganya relatif murah Rp 6 ribu/porsi. Tapi ini  bukan salah satu tujuan wisata/kuliner di Bogor walaupun dekat Jembatan Merah ada Museum Perjuangan/PETA, tapi nampaknya jarang ada orang yang berkunjung ke sana, orang lebih seneng jajan sama ke Mall kali ya?Dari jembatan merah bila lurus terus mengikuti jalan utama kita bisa menuju bubulak dan kampus IPB Darmaga.

Kita lanjut lagi ke Jl. Ir. H. Djuanda. Tadi kalau dari lampu merah belok kanan, sekarang kita lurus lagi. Di kanan jalan terdapat gedung penelitian yang masih berhubungan dengan Kebun Raya seperti Museum Tanah, Museum Etnobotani, dan Herbarium Bogoriense. Cocok sebagai tempat wisata bagi penggemar Biologi). Di dekatnya kita sampai ke Kantor Pos Utama kota Bogor, di situ ada pintu masuk KRB juga yang dekat dengan lokasi bunga Rafflesia Arnoldi (bunga bangkai) itu. Kalau lagi mekar, memang bagus bunganya walaupun memang tetap bau bangkai. Di depan kantor pos sebelah kanan ada persimpangan, bila belok kanan namanya Jalan Paledang yang merupakan jalan tembus ke arah stasiun.

Lanjut lagi kita lurus, nanti kita akan bertemu BTM/Bogor Trade Mall. Kalau yang ini mallnya mirip dengan pusat grosir seperti PGC gitu loh jadi bukan butik, tenant utamanya Ramayan Dept. Store dan Supermarketnya. Tapi ada satu yang ++ di sini yaitu food courtnya asik karena dataran tinggi jadi langsung menghadap Gunung Salak seperti Dago deh (tapi tidak dingin). Tidak jarang banyak yang ke sini hanya untuk makan di food courtnya saja yang ada di Lt.3, dengan open space dan view bagus jadi betah berlama-lama di situ.

Dari BTM jalan utama akan berbelok ke kanan, di sana ada Museum Zoologi dengan berbagai macam hewan yang diawetkan juga ada kerangka paus birunya, tapi sekarang aksesnya harus dari KRB, jadi karcis masuk KRB yang Rp 10.000 selain masuk ke KRB juga gratis masuk museum zoologi. Di sebelahnya lagi inilah pintu masuk utama KRB.

Untuk yang mau pre-wed di KRB ini siap-siap ada Perda khusus untuk pemotretan ini sebesar Rp 750 ribu! Atau yang nenteng DSLR apalagi di tambah VG yang keliatannya makin gede kalau mau foto-foto liat kanan kiri dulu soalnya banyak satpam yang patroli nanti bisa2 ditanyain udah izin apa belum loh motretnya! Hal ini pernah juga jadi hot tread di FN. Ha..ha..ha, memang aneh-aneh aja nih padahal dengan pemotretan kan sekalian promosikan keindahan tempatnya ya, eeh malah kena pajak juga. Anehnya kalau anda foto-foto pakai kamera kecil tidak apa-apa, mungkin yang bikin Perda belum tau sekarang ada Olympus E-Pen kamera kompak dengan kemampuan mendekati DSLR, jadi yang dipajakin kamera gede doang, ha..ha..ha!

Kawasan Jalan Suryakencana
Jalan Suryakencana bermula tepat di depan pintu masuk utama KRB. Bangunan yang paling awal adalah Bogor Plaza (BP). Walaupun sekarang tidak kelihatan seperti Mall tapi dulu ini adalah satu dari dua Mall pertama yang ada di Bogor (1 lagi Internusa). Waktu dulu sih masih rapih sekarang karena sudah bergabung dengan Pasar Bogor dibelakangnya jadi malah kelihatan seperti pasar daripada sebuah Mall. Tenant utamanya Ramayana dan Yogya dengan Dept. Store dan Supermarket masing-masing.

Jalan Suryakencana ini jalan satu arah, dan berakhir di Jalan Pajajaran daerah Sukasari. Juga boleh di bilang di sini adalah kawasan Pecinan-nya kota Bogor, di pinggir jalan dengan mudah di temui tukang sate babi. Makanya yang mau kuliner di sini terutama muslim kudu hati-hati apalagi kalau penjualnya Chinese tanya-tanya dulu sebelum membeli.

Kuliner di sini tidak seperti di kawasan Taman Kencana yang terkesan elite, di sini semua siap-siap cuma duduk di kursi kayu doang dan kelas warung saja. Aneka kulinernya bermula dari ranggagading sampai ke gang aut. Dari depan BP sekitar 300m, ada toserba Ngesti, nah disebelahnya itulah tempat yang namanya Ranggagading, tapi karena tempatnya seperti pasar orang yang dari luar Bogor mendingan langsung ke kawasan Gang Aut.

Gang Aut adalah sebuah gang kecil di sebelah kiri jalan utama tepat di ujung jalan Suryakencana ini, kurang lebih sekitar 1,5 KM dari BP. Yang di cari di sini adalah Soto Kuning khas Bogor. Yang tekenal Soto Pak  M.Yusuf, Soto Pak Yusup (Soto Pak Yusup-pake P, lebih laris dari Pak Yusuf-pake F :D),Soto Pak Salam dan Soto Pak Bongkok, kalau yang ini di jamin  halal. Soto kuning itu karena kuah sotonya memakai kunyit begitu juga dengan jeroan dan daging yang akan disajikan semuanya berwarna kuning karena dibumbui dengan kunyit. Kalau anda ke sini mungkin agak heran juga ada satu tukang soto dengan gerobak kecil dan bangku seadanya tapi orang sampai rela antri untuk membeli. Kalau menurut saya gimana ya, berhubung saya orang Bogor dan kadang-kadang istri suka masak soto kuning juga, rasa soto kuning di tempat-tempat yang ngetop di internet itu kurang lebih sama saja ah, tapi terserah anda deh.

Mau coba asinan selain gedung dalam, di situ ada Asinan Ahauw yang enak dan lebih murah daripada asinan gedung dalam. Yang khas juga di sini ada asinan jagung bakar, jagung bakar diserut jagungnya di beri cacahan timun lalu disajikan dengan kuah asinan. Tak ketinggalan lumpia basah khas Bogor yang fresh di buat saat di pesan. Ada warung Mie Sehat yang menyajikan masakan mie dengan mie asli dari bahan alami. Minuman ada bir kocok, yang tentu bukan bir beralkohol tapi campuran air jahe manis yang dikocok dengan es batu dalam wadah bambu sampai berbuih, selain itu ada juga minuman es pala, es mangga dan sup buah.

Karena di sini kawasan pecinan, ada juga makanan non Halal seperti NgoHiang Gang Aut, Soto Mie Agih, dan pork ribs. Semua penjual tersebut saling berdekatan sehingga tidak sulit cari tempatnya terutama bila anda sudah baca rekomendasi dari internet (namanya juga Gang!).

Lanjut dari Gang Aut adalah Jalan Siliwangi yang akan menuju kawasan Sukasari.

Kawasan Sukasari

 Sukasari terutama areal Pasar Gembrong adalah tempat belanja buah-buahan seperti pisang raja, pisang tanduk, buah bisbul (bentuknya seperti kesemek, wanginya agak mirip durian) dan katanya ini buah khas Bogor, dan tentu saja talas Bogor. Juga di sini banyak tempat makan seperti halnya di Gang Aut. Di sini dulu adalah tempat asal roti unyil venus sebelum pindah ke ruko V point, sedangkan asinan gedung dalam masih mempertahankan tokonya di sini. Ada juga gepuk karuhun dan ikan goreng balita yang suka juga dijadikan oleh-oleh.

Dari kawasan Sukasari ini bila lurus terus akan menuju Ekalokasari Plaza lagi, dan bila belok kanan akan menuju kawasan Batu Tulis yang terdapat Prasasti Batu Tulis peninggalan Raja Pajajaran, juga menuju Tempat Rekreasi The Jungle yang ada di perumahan Bogor Nirwana Resort.

Mungkin lain kali saya akan menulis tentang tempat rekreasi di Bogor ini seperti Kebun Raya Bogor, The Jungle, Kolam Renang Marcopolo, dll.

NOTES:
  1. Kalau tidak ingin kecele saat anda berwisata kuliner di Bogor, terutama di daerah Tas Tajur, Sukasari dan Gang Aut, sebelum pesan makanannya anda tanya dulu harganya (bila tidak ada daftar harga), teman saya pernah makan toge goreng di depan Tajur Fashion seharga Rp 18.000 terang saja dia marah-marah masa cuma toge goreng aja harganya segitu. Ya inilah salah satu kejelakan tukang dagang di Bogor sini, payah tukang "getok harga". Saya aja yang orang Bogor pernah makan Soto kuning + nasi di Gang Aut Rp 20.000!ha..ha..ha...
Akhir kata selamat jalan-jalan di Bogor…



9 komentar:

  1. waahh keren kang beny. :3
    anak smakbo juga nih, angkatan 52, pengen bikin ttg kayak gini tp belum sempet euuyy -.-
    nice info! empat jempol! :D

    BalasHapus
  2. Waaaah kereeeeen kang benny. Bisa jadi acuan aq.klo aq nanti ke bogor lagi. Terimakasih banyak yaaaaa

    BalasHapus
  3. kereenn abizzzzzz

    BalasHapus
  4. Mantap..uyuhan teu cangkeul ngetik na kang ?
    Hahahaha
    Urang ge urang bogor asli original real..
    DPR..Daerah Pondok Rumput (Bakso Pak Mien Solo)
    Hahahaha :D

    BalasHapus
  5. Benar2 keren. Lengkap dan sangat memberi informatif. Thank bro

    BalasHapus
  6. sangat bermanfaat pak.
    terima kasih banyak infonya.

    BalasHapus
  7. @ALL : Tks attensinya.
    Seneng juga punya banyak kawan virtual.
    kemarin-kemarin ada yg dari Jepang nanya rute ke Cibinong, semoga ybs sampai selamat ke Cibinong dan rute yang saya email by japri bisa bermanfaat.

    So, jadi jangan sungkan, langsung contact me ke beny.satyahadi@gmail.com, email itu langsung ke BB, bisa langsung saya reply.

    Cheers....

    BalasHapus